Sabtu, 17 Maret 2012

Cara menentukan Bentuk dan Desain Rumah

Dalam perencanaan dan pembuatan desain sangat di pengaruhi oleh keinginan dari pemilik rumah ,adapun untuk membuat perencanaan yang baik maka sangat di tentukan juga oleh kemampuan dari desainer yang diimbangi dengan pengalaman dan jiwa seni untuk membuat desain yang baik. Gimana langkah-langkah desain yag baik itu : 

  1. Tentukan tema desain yang akan di buat,bentuk yang akan dibuat ingin seperti apa kalsik ,modern atau minimalis .
  2. Luasan tanah ,kondisi tanah sangat mempengaruhi bentuk desain rumah .semakin besar maka dan luas tanahnya dapat mempermudah desain dan bentuk yang variatif yang baik.
  3. Lokasi tanah ,Lokasi juga mempengaruhi bentuk rumah , rumah yang berada di daerah sepi akan berbentuk lain dengan rumah yang berada di daerah yang rame , lalu lintasnya, di daera pasar juga lain dengan di daerah perkotaan .hal ini perlu peertibangandari arsitek untuk membuat desain yang lebih maksimal.
  4. Kemiringan tanah juga membuat jenis desain yang berbeda dengan tanah yang datar.
  5. Fungsi rumah itu sendiri juga sangat menetukan bentuk desain misalnya .rumah untuk penghuni yang banyak tentu berbeda dengan jumlah penghuni yang terbatas/sedikit.
  6. Lokasi daerah yang panas dataran rendah  juga berbeda dengan bentuk rumah yang berhawa sejuk pegunugan.

Dari kriteria itu dapat menentukan bentuk bangunan ,atap rumah ,ketebalan tembok, bentuk ruangan rumah ,denah rumah ,tampak depan, dan fungsi rumah .Sekarang kita kalau mau menentukan desain rumah membuat rumah tent aharus bisa menginformasikan kriteria-kriteria  yang ada di atas untuk dapat membuat desain rumah yang terbaik dan maksimal.

Rabu, 22 Februari 2012

Cara menentuan harga jual rumah


Menjual properti memang memerlukan seni tersendiri. Selain harus pandai mencari konsumen, penjual juga harus cermat menentukan harga. Pasalnya properti—yang dijual secara perorangan—tidak memiliki harga baku.
Menurut Benyamin Ginting, Presiden Ikatan Analis Properti Indonesia (IKAPRI), jika seseorang ingin menjual properti, terutama rumah, ada beberapa langkah yang harus dilakukan:
1. Lakukan survei lingkungan untuk mencari pembanding, apakah ada rumah sejenis yang ditawarkan di sekitar rumah yang akan dijual. Lihat harga jualnya.
2. Jika di sekitar tak ada rumah yang dijual, cari di radius yang lebih luas. Hal ini penting sebagai pembanding dan pegangan si penjual.
3. Dari harga penawaran yang dilakukan di rumah pembanding, lakukan penyesuaian terhadap rumah yang akan dijual. Perbandingan bisa dilihat dari beberapa poin, seperti luas tanah dan bangunan, legalitas (sertifikat), karakteristik rumah (arah hadap, bebas banjir atau tidak, bentuk dan usia bangunan, dan lain-lain). Dengan demikian, akan terlihat harga pasar yang pantas untuk rumah yang akan dijual.
4. Jika secara keseluruhan rumah yang akan dijual lebih baik dibanding rumah pembanding, maka tawarkan harga yang lebih tinggi. Begitu pula sebaliknya.
5. Untuk menguji benar atau tidak harga yang telah ditetapkan, coba analisa harga tanah dan bangunan secara terpisah. Misalnya didapat harga tanah Rp500 juta dan harga bangunan Rp200 juta, maka sebaiknya penjual menawarkan rumah dengan harga 20% di atas harga tersebut, yakni sekitar Rp850 juta. Jika nanti terjadi negosiasi, maka penjual bisa mempertahankan harga wajar yang telah ditentukan sebelumnya, yakni Rp700 juta.

“Si penjual harus menentukan harga terendah untuk rumah tersebut (floor price), sementara si pembeli harus menentukan harga tertinggi yang mampu dia bayar (ceiling price),” kata Benyamin. “Di perpotongan antara ceiling price dengan floor price inilah akan terjadi negosiasi, kemudian transaksi (market price).”

Untuk itu, imbuh Benyamin, penjual jangan menentukan harga terlalu tinggi, karena biasanya calon pembeli pun telah melakukan survei terhadap harga rumah yang dijual di sekitar kawasan tersebut. “Jika terlalu mahal tidak akan ada yang mau beli. Dengan harga yang wajar, pembeli tentu akan datang,” tegasnya.

Namun, jika penjual rumah tidak sempat melakukan survei untuk menentukan harga, kata Benyamin, ada baiknya dia menggunakan jasa penilai properti (appraisal). “Meski demikian, si penilai properti juga akan melakukan tahapan penilaian yang sama,” tukasnya. “Penilai properti dibutuhkan agar pembeli dan penjual bisa memasuki koridor market price.”

Biaya bagi penilai properti dilihat dari tingkat kesulitan penilaian. Jika hanya sebuah rumah saja, kata Benyamin, biayanya berkisar antara Rp500 ribu - Rp1juta, namun jika kolektif (beberapa rumah) seperti yang biasa dilakukan pihak perbankan, hanya Rp250 ribu - Rp300 ribu per unit. “Hasilnya bisa dilihat dalam satu sampai tiga hari,” kata Benyamin.

( Anto Erawan Jan 31, 2012 - Rumah.com)

Kamis, 16 Februari 2012

Sms inbox

http://www.sms-online.web.id/inbox?hp=ISILAH NO HP


Alamat Web diatas adalah untuk mengetahui dari jawaban no hp yang kita kirim, sungguh mudah dan bermanfaat dapat sms dengan gratis , kami mohon jangan di salah gunakan untuk hal yang tidak baik semoga semua ini bermanfaat dan berguna ,serta digunakan untuk kemaslahatan umat manusia .

Selasa, 07 Februari 2012

Denah rumah 3 Dimensi


Diatas kami beri contoh apabila menginginkan Denah  3 dimensi dapat dilihat di gambar diatas tampak ruang keluarga , ruang tamu , ruang tidur, dapur , kamar mandi wc, halaman belakang. tampak kitchen seat. Semua penampakan dapat dilihat dari 3 dimensi sehingga calon pemilik rumah nantinya dapat melihat gambaran dari awal yang lebih baik dan mudah untuk dimengerti.